Raja Daud Contoh Saingan

SIAPAKAH YANG MENJADI RAJA
DI DALAM KERAJAAN ISRAEL AKHIR ZAMAN?



Inilah salah satu topik yang sangat kontroversial di dalam pergerakan Tongkat Gembala untuk mengidentifikasi raja Daud contoh saingan yang akan memimpin di dalam kerajaan Yehuda nanti. Setiap individu memiliki pengertiannya sendiri berdasarkan penyelidikannya terhadap seluruh Tongkat Gembala. Ada beberapa pengertian yang dikemukakan oleh beberapa orang, antara lain :
· Salah seorang dari antara 144.000 yang akan menjadi raja Daud contoh saingan.
· Sdr. Houteff yang akan menjadi raja Daud contoh saingan.
· Tuhan Yesus yang akan menjadi raja Daud contoh saingan.
· Tidak peduli siapa yang akan menjadi raja.


“Kamu, kamu sendirilah, sekarang akan dapat menjawab pertanyaan apakah kamu adalah seorang Davidian ataukah masih tetap seorang Laodikea. Jika kamu sudah merasa cukup dengan diri sendiri, dengan semua pegangan kerohanianmu, dengan rencana Injil buatan manusiamu; jika kamu mengira, bahwa Tuhan sedang berbicara kepadamu dengan cara apa saja yang kebetulan ‘mengetuk’ di dalam ingatanmu; jika kamu mengira kamu telah memiliki semua kebenaran, dan bahwa kamu tidak memerlukan apa-apa lagi; jika kamu mengira, bahwa setiap orang yang tidak memperoleh cap persetujuanmu terhadap kepercayaannya adalah seorang nabi palsu; dan jika kamu tetap merasa takut, bahwa ada orang yang sedang terus menerus berusaha menipumu karena ia mengajarkan sesuatu yang baru; jika kamu tidak pernah memberikan perhatian kepadanya, sehingga kamu mungkin membanting pintu pun terhadap seorang pembawa kebenaran yang mungkin membawakan kepadamu ‘salep mata’ Tuhan itu, dan ‘pakaian kawin’ itu --- jika kamu melakukan semuanya ini atau pun sebagian daripadanya, maka kamu lebih mungkin harus menjadi seorang Laodikea, dan bukan seorang Davidian.” (Timely Greetings, Vol. 1, No. 8, p. 28)


DAUD CONTOH SAINGAN

“Karena bani Israel akan tinggal dengan sunyi beberapa hari lamanya tanpa raja, dan tanpa seorang penghulupun, dan tanpa sesuatu korban, dan tanpa sesuatu patung, dan tanpa sesuatu efod, dan tanpa teraphim. Kemudian daripada itu bani Israel akan kembali, lalu kembali mencari Tuhan Allahnya dan Daud rajanya, dan mereka itu akan datang dengan gementar kepada Tuhan dan kepada kemurahan-Nya pada akhir zaman.” (Hosea 3 : 4, 5)

“Tetapi mereka akan kepada Tuhan Allah mereka, dan Daud raja mereka, yang akan Ku bangkitkan bagi mereka.” (Yeremia 30 : 9)

”Ada dua pokok penting yang dikemukakan dalam penegasan ini : Yang satu bersifat agama dan yang lainnya bersifat sipil. Yang bersifat agama itu tidak lain daripada Tuhan Allah mereka; dan yang bersifat sipil itu ialah Daud raja mereka. Sekiranya Ia akan membangkitkan Daud bagi mereka, maka tentu akan jadi, bahwa mereka akan memiliki suatu bentuk pemerintahan teokrasi seperti halnya di zaman Daud dahulu.” (The Symbolic Code, Vol. 13, No. 1, 2, p. 12)

Dari kata-kata di atas, Sdr. Houteff dengan jelas menyatakan bahwa Allah akan membangkitkan Daud contoh saingan bagi Israel dan Yehuda.


”Maka Aku akan mengangkat atas mereka itu kelak seorang gembala, maka ia akan memberikan makan kepada mereka, yaitu Daud hambaku, maka ia akan memberikan makan kepada mereka dan ia akan menjadi gembalanya. Dan Aku Tuhan akan menjadi Allah mereka itu, dan hambaku Daud itu raja di tengah-tengahnya; Akulah Tuhan yang sudah berfirman begitu.” (Yehezkiel 34 : 23, 24)

”Para gembala yang mementingkan diri itu terhadap siapa nabi itu telah diperintahkan untuk menulis, kelak akan diganti oleh seorang gembala saja, yaitu Daud. Bilamana peristiwa ini jadi, maka umat Allah kelak akan mempunyai seorang gembala saja. Ini tentunya tidak mungkin dimaksudkan kepada Kristus sendiri, sebab tidak pernah Ilham memanggil-Nya Daud melainkan justru sebaliknya Ilham memanggil-Nya Anak Daud. Oleh karena umat Allah selalu mempunyai, bahkan masih memiliki banyak gembala, maka kebenaran jelas membuktikan bahwa Daud dari ayat-ayat 23 dan 24 itu masih akan datang, dan bahwa para gembala kepada siapa Ilham menyampaikan kata-kata ini adalah khusus mereka yang kelak akan diganti oleh Daud…… Umat Allah kelak pada masa itu tidak lagi membaktikan diri kepada orang-orang asing, ‘Tetapi mereka akan berbakti kepada Tuhan Allahnya, dan kepada Daud rajanya, yaitu akan Kubangkitkan kepada mereka itu.’ – Yeremia 30 : 9. Di sinilah dapat kita saksikan, bahwa bukan saja Yehezkiel, melainkan juga Yeremia telah memperoleh suatu khayal mengenai kebenaran yang sama ini.” (Timely Greetings, Vol. 2, No. 2, p. 14, 15)

Di dalam kata-kata penutup, setelah Sdr. Houteff menjelaskan Yehezkiel pasal 34 tersebut, maka ia menyatakan :

”Allah tidak menyangkal dan meninggalkan kawanan domba-Nya. Dengan lemah lembut Ia memanggil mereka ‘kawanan domba-Ku’, dan menjaminkan kepada mereka sekali lagi, bahwa Ia adalah Allah mereka. Dengan sungguh Ia akan menetapkan bagi mereka itu seorang gembala untuk menyelesaikan apa yang banyak gembala lainnya telah gagal melaksanakan. Sekaranglah kesempatan bagi Saudara untuk berpesta pora dengan “makanan pada waktunya” yang terdapat pada tangan gembala pilihan Allah atau Saudara akan kelaparan dengan sisa-sisa kulit yang terdapat pada tangan sejumlah besar gembala-gembala lainnya itu.” (Timely Greetings, Vol. 2, No. 2, p. 23)

Melalui pernyataan terakhir Sdr. Houteff di atas, kita dapat melihat bahwa gembala pilihan Allah tersebut sudah ada, dan kita sedang berpesta pora dengan makanan pada waktunya (pekabaran Tongkat Gembala) dari tangan gembala pilihan Allah tersebut, yaitu Sdr. Houteff.


YOSUA IMAM BESAR & ZERUBABEL


YOSUA

“Kemudian daripada itu diberinya aku melihat Yosua, imam besar itu, berdiri di hadapan malaikat Tuhan, dan Setan pun adalah berdiri pada kanannya hendak menuduh dia. Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Setan, Dilaknatkan Tuhan akan dikau, hai Setan! Bahkan engkau dilaknatkan oleh Tuhan yang memilih Yerusalem! Bukankah ia ini suatu puntung yang sudah direbut dari dalam api? Adapun Yosua itu adalah berpakaikan pakaian yang kotor pada masa ia berdiri di hadapan malaikat itu. Maka sahut Ia dan berfirmanlah Ia kepada mereka itu sekalian yang berdiri di hadapan hadirat-Nya, kata-Nya, ‘Tanggalkanlah kamu pakaian yang kotor ini daripadanya.’ Setelah itu berfirmanlah Ia kepadanya, ‘Bahwasanya Aku sudah memaafkan segala kesalahanmu, dan Aku mengenakan pakaian persalin kepadamu.’” (Zakharia 3 : 1-4)

“Orang yang pertama yang akan diberikan pakaian itu adalah Yosua, imam besar itu, yaitu pejabat yang tertinggi di dalam sidang. …..” (Timely Greetings, Vol. 1, No. 8, p. 23)

Yosua adalah jabatan yang tertinggi di dalam sidang. Sidang yang manakah itu?

“Sekarang dengarlah olehmu, hai Yosua, imam besar! Baik engkau, baik segala pengikutmu yang duduk di hadapanmu, karena mereka itu adalah orang-orang yang dimuliakan. Karena, bahwasannya Aku akan menumbuhkan Pucuk itu hamba-Ku.” (Zakharia 3 : 8)

“Bukan saja Yosua, melainkan juga orang-orang yang duduk di hadapannya (jemaat) dianjurkan untuk mendengarkan pesan ini. Dan orang-orang yang bagaimanakah mereka itu? Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan. Simbol ini menunjukkan, bahwa pada kegenapan nubuatan ini malaikat sidangnya orang-orang Laodikea tidak lagi berkuasa atas rumah Tuhan, dan bahwa umat Allah akan di bentuk keseluruhannya terdiri dari orang-orang yang dimuliakan. Jelaslah, kemudian, bahwa sebagai hasil dari pembangunan dan reformasi ini di dalam sidang Laodikea, maka muncullah sebuah sidang yang lain oleh mana Yosua menjadi penguasanya, bukan malaikat Laodikea. Di dalamnya tidak akan terdapat baik “lalang” (Matius 25 : 32), “ikan jelek” (Matius 13 : 47, 48) atau “kambing-kambing” (Matius 25 : 32). Laodikea, yaitu yang ketujuh, adalah yang terakhir yang bercampur dengan orang-orang munafik, orang-orang suci dan orang-orang berdosa.” (Timely Greetings, Vol. 1, No. 8, p. 24)

Berdasarkan pernyataan Sdr. Houteff tersebut, Yosua adalah sama dengan Daud contoh saingan, karena ia adalah seseorang yang memiliki kedudukan tertinggi di dalam sidang yang murni, di dalam kerajaan sebelum 1000 tahun.

ZERUBABEL

“Lagi pula Firman Tuhan telah datang kepadaku, bunyinya, bahwa kedua tangan Zerubabel telah meletakan dasar rumah ini; maka tangannya juga akan menyelesaikannya; maka kamu akan mengetahui, bahwa Tuhan serwa sekalian alam telah mengutus aku kepadamu.” (Zakharia 4 : 8, 9)

“Zerubabel melambangkan hamba Allah pada sesuatu masa raja-raja yang bermahkota, yaitu ‘tahta dari kerajaan-kerajaan’, diruntuhkan, dan dalam waktu mana suatu bangsa Kristen berada dalam perang melawan suatu bangsa Kristen lainnya. Oleh karena kerajaan-kerajaan yang dimahkotai itu akan segera berlalu, dan bentuk-bentuk pemerintahan-pemerintahan yang lain sedang akan mengambil tempat mereka, semuanya membuktikan, bahwa munculnya Zerubabel contoh saingan adalah seharusnya di waktu ini. Maka jawaban Tuhan sendiri ialah ‘tangan-tangan Zerubabel telah meletakan dasar rumah ini; tangan-tangannya juga yang akan menyelesaikannya.’” (Timely Greetings, Vol. 1, No. 14, p. 20, 21)

“Semua ini mengambil tempat pada masa yang tertentu ini, dan nubuatan-nubuatan yang kini telah terbuka membuktikan, bahwa Zerubabel contoh saingan itu sekarang berada di sini, dan bahwa karena ia telah memulai pekerjaan itu, maka ia juga harus menyelesaikannya.” (Timely Greetings, Vol. 1, No. 14, p. 21, 22)

“Karena siapakah yang telah memandang rendah hari perkara-perkara kecil itu? Karena mereka akan bersuka ria, dan mereka akan melihat batu bandulan pengukur itu di dalam tangan Zerubabel bersama dengan batu-batu yang tujuh itu; mereka adalah biji-biji mata Tuhan yang berlari kian kemari melewati seluruh bumi.” (Zakharia 4 : 10)

“Hari yang digenapi di dalam kata-kata firman ini, adalah hari dalam mana Tuhan semesta alam memulaikan suatu pekerjaan reformasi dengan cara yang ternyata sangat kecil dan tak berarti, dan orang-orang yang memandang rendah permulaan-permulaan yang kecil dan yang tak berarti ini akan pada akhirnya bersuka ria dan akan melihat, bahwa Zerubabel contoh saingan adalah seseorang yang akan mengendalikan pekerjaan itu bersama-sama dengan semua (tujuh) pembantu-pembantunya. Mereka adalah biji-biji mata Tuhan. Alangkah pentingnya hari itu! Betapa hebat umat! Terbukti mereka membentuk ‘batu’ dari Zakharia pasal tiga yang sudah kita pelajari beberapa minggu lalu, dan telah kita ketahui bahwa ia itu mempunyai tujuh mata, lengkap dengan penglihatan rohani. Jelas, inilah batu yang menghantam patung besar dari Daniel 2 : 45 itu.” (Timely Greetings, Vol. 1, No. 14, p. 21)

Zerubabel itu adalah seorang hamba Allah atau nabi yang memulai pekerjaan Pembangunan dan Reformasi, dan ia sudah ada. Ia adalah Sdr. Houteff sendiri. Melalui kutipan-kutipan di atas, Zerubabel yang terdapat di dalam Zakharia pasal 4 adalah sama dengan Yosua imam besar yang terdapat di dalam Zakharia pasal 3.

“Sekarang dengarlah olehmu, hai Yosua, imam besar! Baik engkau, baik segala pengikutmu yang duduk di hadapanmu, karena mereka itu adalah orang-orang yang dimuliakan. Karena, bahwasannya Aku akan menumbuhkan Pucuk itu hamba-Ku. Karena bahwasanya batu yang sudah Kutaruh di depan Yosua itu; di atas sebuah batu terdapat tujuh mata : lihatlah Aku akan mengukir ukirannya, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan tanah itu dalam satu hari jua.” (Zakharia 3 : 8, 9)

Orang-orang yang duduk di hadapan Yosua adalah ‘orang-orang yang dimuliakan.’ Karena sedemikian mereka digambarkan dengan ‘batu’ (sidang, atau Kerajaan) yang berada di depan mata Yosua. Batu itu memiliki tujuh mata --- artinya penglihatan yang sempurna. Apabila penyucian sidang ini terjadi, maka dosa di dalam negeri itu akan segera disingkirkan --- ‘dalam sehari saja.’” (Timely Greetings, Vol. 1, No. 8, p. 25)

Jadi, siapakah batu yang terdapat di depan Yosua imam besar atau batu bandulan pengukur yang ada di tangan Zerubabel?


“’Batu itu’ (Daniel 2 : 45; Zakharia 3 : 9), yaitu mereka yang 144.000 itu (Wahyu 14 : 1), ‘terpotong keluar dari gunung (sidang Laodikea) tanpa pertolongan tangan’ (tanpa bantuan manusia), akan menghancurkan segala bangsa…..” (Tract 8, p. 63)

Batu dari Daniel 2 : 45 dan Zakharia 3 : 9 adalah melambangkan rombongan 144.000. Jadi, Zerubabel atau Yosua imam besar adalah melambangkan pejabat tertinggi atau Daud contoh saingan.

Kesimpulannya, raja adalah oknum yang berbeda dengan rombongan 144.000, atau dengan kata lain seseorang yang akan menjadi raja di kerajaan yang akan datang (Zerubabel/Yosua/Daud) adalah bukan berasal dari 144.000 (batu).


JEZREEL

“Tetapi kelak angka bilangan bani Israel akan bagaikan pasir di pantai laut yang tidak dapat diukur dan dihitung banyaknya; maka akan jadi kelak, bahwa di tempat dimana telah dikatakan kepada merka itu, Kamu bukanlah umat-Ku, di sana akan kelak dikatakan kepada mereka, Kamu adalah putera-putera Allah yang hidup. Kemudian kelak bani Yehuda dan bani Israel akan berkumpul bersama-sama, lalu memilih bagi dirinya seorang pemimpin, maka mereka akan datang keluar dari tanah itu; karena besarlah kelak hari Jezreel itu.” (Hosea 1 : 10, 11)

“Karena bani Israel akan tinggal beberapa-beberapa hari lamanya tanpa raja, tanpa penghulum dan tanpa korban, dan tanpa patung, dan tanpa efod, dan tanpa teraphim; kemudian daripada itu kelak bani Israel akan kembali, lalu mencari Tuhan Allah mereka, dan Daud raja mereka; maka merea akan takut kepada Tuhan dan akan kebaikan-Nya di akhir zaman.” (Hosea 3 : 4, 5)

“Dalam bagian ini dari nubuatan ini, sebagai anda saksikan, kepada kita diberitahu bahwa sesudah mereka merantau di antara bangsa-bangsa kapir untuk ‘beberapa-beberapa hari lamanya’ tanpa raja, dan tanpa sesuatu ciri-ciri pengenal apapun (sama sekali tidak lagi dikenal sebagai suatu bangsa dan sebagai suatu umat), mereka pada akhirnya akan memiliki Daud contoh saingannya yang akan memerintah atas mereka itu. Ini bukanlah Daud yang kuno itu karena ia telah mati pada waktu nubuatan ini dibuat. Juga Daud yang dijanjikan ini bukanlah pribadi Kristus sendiri, karena Kristus adalah anak dari Daud (Matius 22 : 42), Daud sendiri pun tidak; maka lagi pula jika Ia harus duduk di atar tahta Daud (Lukas 1 : 32), maka Daud harus mempunyai sebuah tahta bagi-Nya untuk Ia duduk di atasnya.” (Timely Greetings, Vol. 2, No. 43, p. 17)

Disaat Israel dan Yehuda mengangkat seseorang menjadi raja, saat itulah dikatakan ‘besarlah kelak hari Jezreel itu’, karena raja itu dilambangkan dengan Jezreel. Siapakah Jezreel itu?

“Kenyataan bahwa hari Jezreel itu akan kelak besar adanya, bersama-sama dengan kenyataan bahwa ia adalah melambangkan seorang nabi, membuktikan bahwa bukan saja pekabaran Davidian itu sendiri terdapat di dalam nubuatan, tetapi demikian juga keberhasilannya dan perlunya reformasi tercatat juga di dalam nubuatan. Di sini anda melihat, bahwa usaha jahat dari musuh untuk membungkamkan pekabaran itu dan untuk menggagalkan pekerjaan Jezreel akan kelak sia-sia, sebab ‘besarlah kelak hari Jezreel itu’, demikianlah firman Tuhan Yang Maha Kuasa, sementara Ia menghantarkan semua umat-Nya keluar dari negeri itu (Hosea 1 : 11).” (Timely Greetings, Vol. 2, No. 43, p. 19)

Jezreel adalah seorang nabi, dan kita sebagai orang-orang Davidian sudah mengetahui bahwa Jezreel adalah Sdr. Houteff. Ini pun terbukti dari setiap surat yang ditulis oleh Sdr. Houteff yang ada di dalam buku, terutama buku Traktat No. 4 (Berita-Berita Terakhir Bagi ‘Ibu’).

“Himbauan Perkenalan dari Jezreel………. Salamku demi sebuah rumah tangga yang berbahagia, Jezreel. Oleh V.T.H” (Tract 4, p. 5, 9)

Mengapa hari pengangkatan raja tersebut dikatakan sebagai ‘besarlah kelak hari Jezreel itu’?

“Khayal Hosea yang dikemukakan di atas bukan saja memproyeksikan bagaimana Allah meruntuhkan Kerajaan-Nya (contoh) yang kuno itu, dan bagaimana kemudian Ia mencerai-beraikan umat-Nya ke seluruh dunia, sehingga dengan demikian membuat mereka kehilangan identitasnya lalu berasimilasi dengan bangsa-bangsa Kapir selama berabad-abad ini, melainkan juga memproyeksikan pendirian kembali yang gilang-gemilang Kerajaan-Nya (contoh saingan), dan selanjutnya bagaimana Ia mengumpulkan umat-Nya keluar dari segala bangsa ke dalam Kerajaan itu, sementara Ia mengakhir pekerjaan Injil. Lagi pula, semua isi dari khayal Hosea yang tepat waktunya ini menunjukkan dengan pasti, bahwa pekerjaan pengumpulan besar seluruh dunia itu tidak mungkin mulai sebelum ‘Jezreel’ muncul keluar. Dan siapakah yang dapat secara bijaksana membiarkan keberhasilan Injil jam kesebelas yang gilang-gemilang ini berjalan tanpa sesuatu tantangan untuk menceburkan dengan kekuatan-kekuatan kegelapannya yang gagah perkasa? Juga janganlah sejenakpun mengira, bahwa YANG MAHA KUASA tidak mengetahui sebelumnya akan keadaan ini sehingga tidak akan mempersiapkan sarana-sarana untuk menghadapinya, yang salah satunya adalah Jezreel nama simbolis, atau nama samaran bagi agen jam kesebelas-Nya. Oleh ikhtiar (nama tak terkenal) yang sederhana ini, surga akan melucuti musuh yang menentang, mengumpulkan sambutan yang meriah bagi PEMBINA (suara Jezreel),…..” (The White-House Recruiter, p. 64, 65)

Jadi, sebutan ‘besarlah kelak hari Jezreel itu’ menunjukkan bahwa seseorang yang dilambangkan dengan Jezreel (Sdr. Houteff) harus ada sebelum pengumpulan buah-buah ke-2, karena ia akan diangkat menjadi raja di kerajaan Daud. Mengapa Sdr. Houteff sebagai Jezreel harus muncul terlebih dahulu sebelum pengumpulan buah-buah ke-2?

“Maka akan jadi pada hari itu, bahwa Aku akan mendengar, demikianlah firman Tuhan, Aku akan mendengar akan segala langit, dan mereka akan mendengar akan bumi. Dan bumi akan mendengarkan gandum dan air anggur dan minyak, maka mereka semuanya akan mendengarkan Jezreel.” (Hosea 2 : 21, 22)

“Berkat sarana-sarana ini yang menang atas persekongkolan Setan, maka bukan hanya umat pilihan, melainkan bahkan seluruh bumipun ‘akan mendengar Jezreel’, oleh sebab itu ‘besarlah kelak hari Jezreel itu’. Hosea 2 : 22; 1 : 11.” (The White-House Recruiter, p. 65)

“Ayat-ayat ini menunjukkan dengan jelas, bahwa kehadiran Allah pada waktu itu akan berada di dalam sidang-Nya, bahwa bahkan segala langit pun akan mendengarkan suara Allah sewaktu Ia berbicra kepada umat-Nya di sini di bumi. Bumi akan juga mendengar akan ‘gandum, dan air anggur, dan minyak’, berarti, bumi akan mendengarkan Kebenaran itu, yaitu Kebenaran yang memuaskan jiwa seperti halnya makanan bergizi yang menyehatkan. Lagi pula, bukan saja gandum, air anggur, dan minyak, yaitu keseluruhan kelengkapan Kebenaran itu, melainkan juga Jezreel yang akan didengar oleh bumi. Jelaslah, bahwa semua janji ini kelak akan digenapi dalam masa kasihan, karena semuanya itu tak mungkin dapat membawa sesuatu pun kebaikan kepada bumi sesudah berakhir masa kasihan. (Timely Greetings, Vol. 2, No. 21, p. 14)

“Mendengar akan gandum, air anggur dan minyak ialah mendengarkan mereka berbicara. Oleh karena gandum, air anggur dan minyak yang sebenarnya tak mungkin dapat berbicara, maka mereka tentunya merupakan lambang dari makanan dan minuman rohaniah – yaitu lambang dari pekabaran besar di dalam hari Tuhan yang besar dan hebat itu. Dan oleh kenyataan, bahwa umat di bumi kelak akan mendengar kepada Jezreel, yaitu jurukabar Allah, maka jelaslah sudah, bahwa panggilan, ‘Keluarlah daripadanya, hai umat-Ku, supaya kamu tidak terbabit dengan segala dosanya, dan supaya tidak kamu menerima segala belanya’ (Wahyu 18 : 4) kelak akan menyelesaikan tugasnya yang telah ditentukan. Orang-orang yang akan keluar itu akan pergi ke tempat aman sentosa yang telah disebut terdahulu. Dan mereka yang tidak mau mendengar akan Jezreel akan binasa seperti halnya orang-orang Yahudi yang telah menolak para nabi di masa mereka dahulu.” (Timely Greetings, Vol. 2, No. 6, p. 25)

Berdasarkan beberapa kutipan di atas, seruan keras dimulai setelah Jezreel (Sdr. Houteff) telah muncul, dan buah-buah ke-2 akan mendengar pekabaran (gandum, air anggur, minyak) dan Sdr. Houteff (Jezreel). 


*** pelajaran belum selesai ***

Bayi-Bayi atau Orang-Orang Kapir, Binasa atau Selamat?

"Sekiranya orang yang tidak mengetahui injil dapat diselamatkan dalam ketidak-tahuan mereka, maka adalah jauh lebih baik agar sidang membiarkan saja seluruh dunia bodoh terhadap injil, supaya semua orang dapat diselamatkan. Tetapi tidak! Tidak seorang pun dapat diselamatkan tanpa injil."

"Mengenai penyelamatan bayi-bayi dan anak-anak yang para orangtuanya selamat, Roh Nubuat mengatakan sebagai berikut :"

"'Malaikat-malaikat ‘menghimpunkan bersama umat pilihan dari empat mata angin, dari ujung langit yang satu ke ujung yang lainnya’, Anak-anak kecil akan dibawa oleh malaikat-malaikat berpisah karena kematian akan berkumpul. Teman-teman yang sudah berpisah karena kematian akan berkumpul, tidak pernah lagi berpisah, maka dengan nyanyian-nyanyian kegembiraan mereka naik bersama-sama ke kota Allah.' – The Great Controversy, p. 645."

“Demikian itulah iman wanita ini diberikan pahalanya. Kristus, Pemberi hidup yang besar itu, mengembalikan puteranya kepadanya. Dalam cara yang sama ini pun orang-orang setia-Nya akan diberi pahala, apabila, pada kedatangan-Nya, kematian akan kehilangan sengatnya, dan kubur akan terampas dari kemenangan yang dituntutnya. Pada waktu itulah Ia akan mengembalikan kepada hamba-hamba-Nya anak-anak yang telah diambil dari mereka oleh kematian. 'Demikianlah firman Tuhan; Suatu suara terdengar di Ramah, ratapan, dan tangis yang memilukan; Rakhel yang menangis anak-anaknya menolak untuk dihiburkan karena anak-anaknya, karena mereka sudah tidak ada. Demikianlah firman Tuhan; Kendalikanlah suaramu dari menangis, dan matamu dari air mata, karena pekerjamu akan diberi pahala, … dan mreka akan datang kembali dari negeri musuh. Maka ada harapan dalam akhir ajalmu, demikianlah firman Tuhan, bahwa anak-anakmu akan datang kembali ke perbatasan mereka sendiri'.' – Prophets and Kings, p. 239."

"Dan mengenai penyelamatan anak-anak yang para orangtua mereka hilang, Tuhan memerintahkan : 'Bantailah seluruhnya baik tua maupun muda, baik anak-anak gadis, anak-anak kecil, maupun wanita-wanita; tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu; maka mulailah pada kaabah kesucian-Ku. Kemudian mulailah mereka terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.' Yeheskiel 9 : 6."

"'Maka Yosua, berikut semua Israel yang menyertainya, mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, dan pakaian, dan batangan emas, dan anak-anak laki-laki dan anak-anaknya perempuan, dan lembu-lembunya, dan keledai-keledainya, domba-dombanya, dan kemahnya, dan semua miliknya; lalu dibawa mereka akan dia ke lembah akhor. Maka kata Yosua : Mengapa kamu menyusahkan kita? Tuhan akan menyusahkan kamu pada hari ini. Maka semua Israel lalu melempari dia dengan batu, dan membakar mereka dengan api, setelah sudah melempari mereka dengan batu.' Yosua 7 : 24, 25."

"Dari ayat-ayat yang diilhami ini kita saksikan bahwa bayi-bayi dan anak-anak akan selamat hanya karena kesetiaan para orangtua mereka. Betapa hebatnya, ajaibnya, dan alangkah mengerikan tanggung jawab itu!"

"Mengenai budak orang kapir kita baca sebagai berikut : 'Aku tampak bahwa majikan-budak (slave-master) akan harus bertanggung jawab untuk jiwa dari budaknya yang telah  dipertahankannya dalam kebodohan; maka dosa-dosa budak itu akan dipikulkan pada majikannya. Allah tidak dapat membawa ke sorga budak yang telah dipertahankan dalam kebodohan dan derajat yang rendah, yang sama sekali tidak mengenal Allah atau Alkitab, yang tidak takut pada apapun terkecuali pada cambuk majikannya, dan yang memegang kedudukan yang lebih rendah daripada orang-orang kejam. Tetapi Ia berbuat perkara yang terbaik baginya yang dapat dilakukan oleh seorang Allah yang penuh kasih sayang. Ia membiarkan dia untuk menjadi seolah-olah ia belum pernah ada.' – Early Writings, p. 276."

"Oleh sebab itu jelaslah, bahwa orang-orang yang sama sekali belum memiliki kesempatan untuk mempelajari kebenaran tentang penyelamatan, mereka itu tidak akan pernah menderita hukuman yang akan dialami orang-orang jahat yang telah memperoleh kebenaran, sekalipun kehidupan kekal tidak dapat diberikan kepada mereka."
(The Answerer, No. 3, p. 71-74)

Kartu Keanggotaan Davidian Seventh-Day Adventist

MENANDA-TANGANI PERJANJIAN PERTARAKAN
 
“Dari terang yang diberikan Tuhan kepada saya, setiap anggota di antara kita harus menanda-tangani perjanjian dan harus memasuki ikatan pertarakan.” (Review and Herald, October 21, 1884) 
 
 
Contoh Kartu Keanggotaan Davidian Seventh-Day Adventist dari Mt. Carmel Center, Waco, Texas


SYARAT MENJADI ANGGOTA RESMI
 
“Berapa lama seseorang telah menjadi anggota dari Persekutuan akan sepenuhnya bergantung pada berapa lama ia telah mengerti dan menghayati semua prisip ini. Kepada mereka yang mengajukan permohonan ini, Persekutuan akan mengirimkan sebuah blanko lamaran untuk menjadi Anggota. Jika pelamar belum mampu memenuhi sepenuhnya semua persyaratan dari pekabaran itu, maka untuk lamarannya itu ia harus melampirkan suatu pernyataan penjelasan yang memuaskan. Jika tidak, maka kartu keanggotan tidak mungkin dapat diberikan.” (The Answerer, No. 5, p. 82, 83)
 
“…..seseorang boleh menjadi anggota tanpa memegang surat keterangan keanggotaan. Namun untuk menjadi anggota yang diakui resmi, yang berhak menikmati sepenuhnya semua manfaat yang dapat diberikan oleh Persekutuan, ia harus memiliki kartu tersebut.”
(The Answerer, No. 5, p. 84)


PENTINGNYA KARTU KEANGGOTAAN DAVIDIAN SEVENTH-DAY ADVENTIST

“Sebab itu sementara adalah wajib agar semua penganut Kebenaran Sekarang mendaftarkan dirinya untuk memiliki Kartu Keanggotaan ini“ (The Answerer, No. 4, p. 63)


Yesus Datang di Awan-awan Tahun 2033?


Salah satu tafsiran yang meresahkan yang terjadi di Indonesia, yang dilakukan oleh salah seorang Davidian yang namanya dikenal oleh orang-orang Advent. Tafsiran tersebut menyatakan bahwa masa kasihan akan berakhir pada tahun 2031, kemudian Tuhan Yesus akan datang di awan-awan pada tahun 2033.

Bagan Tafsiran yang Meresahkan tentang Tahun Kedatangan Yesus
Padahal melalui Alkitab, sangat jelas dikatakan bahwa kedatangan-Nya tidak bisa diketahui sebelum waktunya. Di bawah ini adalah beberapa kutipan yang melarang penafsiran seperti ini.
"Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24 : 36)

"Kita tidak mengetahui saat yang pasti tentang kecurahan Roh Kudus atau tentang kedatangan Kristus..... Mengapa Allah tidak memberikan pengetahuan ini kepada kita? --- Karena kita tidak akan memanfaatkannya secara benar sekiranya Ia mengatakannya. Satu keadaan akan timbul sebagai akibat dari pengetahuan ini di kalangan anggota kita yang akan sangat menghambat pekerjaan Allah dalam menyiapkan satu umat untuk bertahan pada hari besar yang akan datang. Kita tidak boleh hidup atas rangsangan waktu...."
"Kamu tidak akan dapat mengatakan bahwa Ia akan datang dalam satu, dua atau lima tahun, dan kamu pun tidak akan dapat menunda kedatangan-Nya dengan mengatakan bahwa mungkin itu tidak akan terjadi dalam sepuluh atau dua puluh tahun." (The Review and Herald, March 22, 1892).
"...... Tetapi siapapun yang akan memulai untuk memberitakan pekabaran untuk mengumumkan jam, hari, atau tahun dari kedatangan Kristus telah mengambil kuk dan mengumumkan pekabaran bahwa Tuhan tidak pernah memberikan itu kepadanya." (Testimonies to Ministers, p. 61)